•  

    Layanan & Pembelian

    0817-461-814

  •  

    Opening Times

    Mon - Fri 08.00 - 17.00

Rp. 139.000,-

Tiga orang perempuan berlatar abangan dipertemukan dalam hubungan mertua-menantu di lingkungan tradisi pesantren Jawa yang amat ketat.


Novel ini segera akan menginspirasi para perempuan dalam menempatkan diri di panggung kehidupan yang lebih luas. Tapi bukan perlawanan. Ketiga perempuan ini lebih banyak berusaha menyadari lingkungan mereka yang berbeda dari sebelumnya dengan segala konflik, keterkejutan budaya, dan kepentingan ketiganya dalam mengusung nama besar seorang kiai nyleneh namun sekaligus dicintai oleh puluhan ribu santrinya. Dengan kedalaman pengetahuan atas tradisi pesantren dan keterlibatannya, penulis novel ini mampu menghidupkan alur cerita yang dibangunnya berdasar kisah nyata. Meskipun demikian, bahasa yang dikemukakan dalam novel ini bisa dinikmati oleh semua kalangan.

 

Cover : Soft Cover

Pengarang : S. Maroeba

Cet. 1 : 2009

Ukuran : 13 x 20,5 cm

Jml Hal : 652

Penerbit : Matapena

Rp. 59.000,-

Semuanya berawal dari sebuah perlombaan kaligrafi yang diadakan setingkat propinsi.


Tofa dan Akrom dari pondok pesantren Jombang mewakili pesantrennya mengikuti lomba itu. Meski tidak memenangkan perlombaan, Tofa cukup senang karena dari ajang lomba itulah, ia mengenal sesosok santri perempuan yang membuatnya jatuh cinta. Ana, nama santri perempuan yang ia juluki “Si Gadis Kaligrafi” itu, rupanya memenangkan perlombaan itu. Perjumpaan dengan Ana tidak berhenti di situ saja, melainkan berlanjut meski hanya melalui SMS yang terputus-putus. Hingga suatu ketika komunikasi keduanya terputus bersebab peraturan pondok pesantren di tempat Ana tidak membolehkan santri membawa HP. Pada waktu yang lain, Tofa bertemu dengan seorang profesor dalam sebuah acara ilmiah. Tofa berhasil merajut kedekatan dengan profesor itu bahkan hingga bisa mengunjungi rumah beliau. Hal aneh terjadi ketika kemudian sedikit kisah pribadi dari Profesor itu sampai di telinga Tofa. Seperti ada sebuah tanda tanya besar di benak Tofa, ada hubungan apa antara si Profesor itu dengan Ana? Hari ke hari Tofa terus-menerus menelusuri rasa kepenasarannya itu. Misteri itu terkuak di akhir cerita melalui kejadian dramatis sekaligus tragis. Tofa dan Ana bertemu di rumah sakit dengan cerita masing-masing.

 

Cover : Soft Cover

Pengarang : Fathurrahman Karyadi

Cet. 1 : 2012

Ukuran : 11 x 17 cm

Jml Hal : 268

Penerbit : Matapena

Rp. 50.000,-

Novel teenlit dengan tokoh utama Lia, patut menjadi bacaan yang mampu menggugah hati.


Sosok Lia yang luar biasa. Ia tak hanya cantik dan cerdas, tapi juga rajin beribadah. Setiap sepertiga malam, ia membangunkan kakak dan ayah untuk tahajud, sementara ia sendiri telah usai menunaikannya. Lia juga sosok yang bertekad baja. Bila punya keinginan, apa pun akan ia lakukan. Tak bisa dicegah. Seperti roket, sekali menyala ia akan terus terbang hingga satelit sukses mengorbit. She must go on! Tapi, suatu ketika Lia menyampaikan sesuatu yang fantastik dan khayali bagi kami. “Ayah, Lia pingin jadi bidadari …,” ucapnya lembut tapi serius.

 

Cover : Soft Cover

Pengarang : FKJS Pesantren Langitan

Cet. 1 : 2008

Ukuran : 11 x 17 cm

Jml Hal : 196

Penerbit : Matapena