•  

    Layanan & Pembelian

    0817-461-814

  •  

    Opening Times

    Mon - Fri 08.00 - 17.00

Rp. 59.000,-

Berisi Dua puluh lima cerita tentang impian dan perjuangan yang ditulis oleh


santri mahasiswa penerima program beasiswa santri berprestasi. Misalnya, Isna Noor Fitria yang mendapatkan beasiswa kuliah setelah kerja kerasnya dalam MQK (Musabaqah Qira’at al Kutub) III yang digelar di pesantrennya. Demi impian membawa nama baik pesantren, ia berusaha keras mempelajari kitab Alfiyah Ibn Malik dengan seribu bait nazham-nya, yang sebenarnya belum pernah diajarkan di pesantren tempat ia belajar. Tak sempat tidur, begadang, hingga sakit mata. Dan semua perjuangannya itu pun berbuah manis.  Tulisan-tulisan dalam buku ini menjadi tambahan ragam genre tulisan para santri yang diterbitkan Matapena, selain novel, cerpen, essay, ataupun artikel. Ada istilah success story yang mengungkap kisah sukses seseorang, pahit manis, duka bahagia, kalah menang, juga unsur cerita lain yang mungkin terbaca sederhana namun sangat bernilai. Satu hal penting, bahwa tulisan ini bisa menginspirasi dan memotivasi pembaca [santri] untuk tak takut membuat impian hebat dalam hidupnya. Tulisan ini juga bisa menunjukkan kepada public readers, bahwa santri Indonesia juga menulis success story, santri punya impian hebat, dan santri juga bisa sukses.

 

Cover : Soft Cover

Pengarang : Community of Santri Scholars of Religious Affair (CSS-MoRA)

Cet. 1 : 2012

Ukuran : 14.5 x 20.8 cm

Jml Hal : 196

Penerbit : Matapena & Kemenag RI

Rp. 50.000,-

Novel teenlit pesantren ini mengisahkan tentang persiapan untuk sebuah pementasan di pesantren.


dalam cuplikan ceritanya : "Malam itu, lampu tiba-tiba padam. Tapi para santri yang berjumlah hampir 200 orang dan semuanya berjenis kelamin perempuan kecuali tiga orang lelaki yang duduk di depan sebelah kanan itu tenang-tenang saja. Malahan, perhatian mereka tertuju pada panggung sederhana yang dibelakangnya terpampang background layar LCD. Seorang gadis duduk di tengah-tengah panggung. Sepertinya ia sedang belajar. Tapi ia juga seperti orang yang sedang pusing. Semua mata tertuju padanya, tapi ia tak peduli. Ia tetap konsentrasi memerankan perannya sebagai “Fika” dalam kisah Hadrah Cinta.

 

Cover : Soft Cover

Pengarang : Pijer Sri Laswiji

Cet. 2 : 2012

Ukuran : 11 x 17 cm

Jml Hal : 226

Penerbit : Matapena

Rp. 50.000,-

Novel pesantren yang satu ini mengisahkan tentang cinta seorang gus yang terhitung tidak biasa.


Kalau dihitung-hitung, Gus Yahya kecil memang sudah habis-habisan dengan segalacara upayanya untuk mendekati Zahra. Dari yang biasa-biasa seperti melakukan kebiasaan Zahra belajar nyeruling sama Yadi di pematang sawah, sampai yang norak abis, seperti berkirim mawar dan surat cinta yang ditaruh di teras pesantren putri. Tidak cuma itu, Yahya juga tak kenallelah menyapa Zahra dengan pesan kertasnya yang di taruhdi kursi taman, tempat Zahra biasa belajar, setiap hari, sepanjang waktu. Sayangnya, Zahra tetap cuek aja tuh menghadapi gerakan cinta Yahya. Meski tidak dengan marah-marah,santri baru di pesantren abahnya Yahya itu malah sibuk dengan tugas-tugas belajarnya di pesantren.

 

Cover : Soft Cover

Pengarang : Fina Af’idatussofa

Cet. 1 : 2007

Ukuran : 11 x 17 cm

Jml Hal : 115

Penerbit : Matapena